Sunday, April 21, 2013

Ferry Ride : Macau to Hongkong



Insiden ketinggalan pesawat di KL membuat semua rencana yang telah disusun menjadi berantakan. Kami baru mendarat di Macau International Airport pada pukul 21.30, terburu-buru mengantri di imigrasi, menjemput bagasi dan segera mengantri bus AP1 yang akan membawa kami ke Macau Ferry Terminal. Biaya yang diperlukan untuk sekali jalan adalah 3,2 MOP, namun bisa juga dibayarkan menggunakan HKD.  Sayangnya waktu itu saya hanya mengantongi HKD dan pecahan terkecil yang saya miliki adalah 10 HKD, jadilah dengan penuh keikhlasan saya membayar dan tidak mengharapkan kembalian apapun dari bapak driver bus. Lesson number one : selalu sediakan recehan untuk naik bus di Macau, karena driver tidak akan memberikan kembalian.

-Loket penjualan tiket Ferry TurboJet-
Setibanya di Macau Ferry Terminal, kami segera menuju loket penjualan yang terletak di lantai dua, berusaha mengantri tiket ferry tujuan Kowloon Ferry Terminal, yang letaknya paling dekat dari hostel yang sudah kami booking di area Tsim Sha Tsui. Tetapi rupanya ferry terakhir menuju Kowloon berangkat pukul.22.30. Night Sailing yang masih available hanya ferry tujuan Hongkong Ferry Terminal. Cukup lama kami berembuk sebelum memutuskan berangkat ke Hongkong (HK) malam itu, karena MTR di HK tidak beroperasi lagi setelah tengah malam. Pilihan satu-satunya hanyalah naik taksi dari Hongkong Island ke Kowloon yang jelas berbeda pulau dan pasti kami akan dicharge kami dua kali lebih mahal. Tetapi daripada menghabiskan waktu di Macau hingga pagi, kami memutuskan night sailing menggunakan Turbojet kelas ekonomi seharga 184 HKD/orang, lebih mahal dibandingkan day sailing.


                                                                                                                                  
Tiket yang available saat itu hanyalah keberangkatan pukul.00.15. Sembari menunggu keberangkatan, kami sempat berbincang dengan seorang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang juga akan kembali ke HK. Namanya mbak Jane, wanita mungil asli Semarang, berlogat jawa kental tetapi style-nya up to date dengan sepatu boat, rok selutut dan stocking. Cukup lama dia bercerita mengenai suka duka bekerja di HK selama hampir dua tahun, sebelum akhirnya mbak Jane pamit duluan untuk menumpang ferry pukul.11.50. 

-Waiting room at 3rd floor, Macau Ferry Terminal-
Saya dan rombongan memilih pindah ke lantai tiga dimana terdapat waiting room yang menyediakan tempat charge gadget dan air minum gratis. Tepat di sampingnya terdapat restoran siap saji McD. Sayangnya setelah jam dua belas malam, tempat ini ditutup.



TurboJet ferry sangat besar dan cukup mewah untuk ukuran ferry rute pendek, dibandingkan ferry yang pernah saya tumpangi dari Batam ke Singapura atau dari Phi-Phi Island ke Phuket Town. Tempat duduknya teratur sesuai nomor kursi yang diberikan, kursinya terbagi 3-6-3, sangat lapang dan nyaman. Saking nyamannya, dalam perjalanan pendek selama sejam menuju HK, saya sempat terlelap pulas. 

-Ferry TurboJet-
Setibanya di HK, antrian imigrasi cukup panjang dan lama karena ada pemeriksaan suhu badan penumpang terkait issue flu burung yang sedang santer di China. Setelah melalui pemeriksaan, kami langsung menuju basement untuk mencari taksi ke Kowloon. Jangan sampai salah memilih taksi, karena taksi terbagi dua, yaitu yang khusus mengantar di area Hongkong Island dan yang ke Kowloon. Untuk menuju Kowloon, taksi menyeberang pulau dan melalui tol, tarif awal ketika naik adalah 20 HKD dan 10 HKD untuk tol. Total yang kami bayarkan hingga tiba di Nathan Road, Tsim Sha Tsui adalah 115 HKD. 
-Mirador Mansion-
Dari Nathan Road, kami hanya perlu berjalan kaki sekitar dua menit untuk mencapai Mirador Mansion, sebuah gedung tua yang lantai dasarnya merupakan ruko untuk berjualan, sedangkan lantai atas dijadikan tempat tinggal. 
-Cosmic Guest House, Hongkong-
Cosmic Guest House (CGH) yang telah kami booking sebelumnya berada di lantai 12. Beruntung walaupun kami tiba menjelang pagi (sekitar pukul.03.00), namun ada staff yang standby di front desk. Kami langsung diantarkan ke three beds ensuite room seharga 440 HKD semalam, berukuran 1,5 x 5 meter. Tempat tidurnya disusun sedemikian rupa membentuk huruf U sehingga ketiga tempat tidur kami saling menempel. Terdapat kamar mandi di dalam kamar yang terpisah dengan closetnya. Tidak disediakan sarapan tetapi ada fasilitas air panas untuk tamu, lumayan buat nyiram bekal mie gelas. Apabila melihat lokasinya yang berada di Tsim Sha Tsui dan dekat dari MTR (Tsim Sha Tsui MTR exit D), hostel ini harganya cukup terjangkau walaupun kamarnya sempit. Tetapi bagi backpacker seperti kami, CGH cukup membuat betah sehingga kami kemudian memutuskan untuk menginap selama tiga malam. 
-Keep smiling, on the ferry to Hongkong at 1 am-

Then finally after a long way journey across three countries in one day, we were so relieved being in HK and can't wait to explore the country! (^_^)b 

7 comments:

Mila Said said...

Mba jane pasti nama askinya bukan jane deh hahahaa

Fadila Pratika said...

iya miiil,gw curiga namanya nurjannah.tp gw ngga enak nanya.lucu aja sih soalnya gw sama dia komunikasinya pake bahasa jawa, tp manggilnya Jane,Jane gitu.udah berasa ngomong sm bule hehehe

Indra P. Nugraha said...

Mbak Jane itu sekampung halaman sama gw? Wah, gw curiga dia aslinya dari Mranggen, Demak or Kendal.

MiLi said...

mbak, aman ga pas naik lift di mirador mansion ny waktu dini hari gt? soalny dl pas skitar jm 11mlm balik ke cosmic, naik liftny bareng org yg sptny mencurigakan gt... rencana mo k hkg lg, sampe airport jm 2 mlm, agak ragu mo check-in dini hari

Fadila Pratika said...

Hi mili,kayaknya sih aman2 aja krn setelah jam 12 malam mirador hanya buka 1 pintu & 1 lift,semua yg masuk setelah jam 12 malam didata oleh satpam. Aku tau krn april kmrn aku check in aja udah jam 3 pagi,msh ditahan satpam sblm ke lift buat ngisi data mau ke lantai brp sm passport segala. Overall sih mirador lbh aman dibanding gedung penginapan lain di hk, jauh dibandingkan chungking menurutku.

fera chan said...

mau nanya donk,saya ada baca artikel dr blog tetangga. katanya sewaktu dr macau ferry terminal ke grand lisboa FREE,setelah itu dr GRAND LISBOA mau balik ke Macau Ferry Terminal itu disuruh tunjukkan bukti / receipt klo kita berjudi baru boleh naik bus ?

christine natalia said...

13 Hari lagi kesempatan untuk ikut lomba blog "Why Macau".
Mau Jalan-jalan ke Macau dan iPhone 5c GRATIS?
Yuk ikutan lomba blog "Why Macau" di sini http://bit.ly/WhyMacau
Caranya mudah, tuliskan keinginanmu untuk pergi ke Macau. Topik nya bisa tentang kuliner, objek wisata, kebudayaan, dan tempat populer di Macau. Sertakan foto atau video agar tulisanmu lebih menarik.

Lihat info selengkapnya di sini http://bit.ly/WhyMacau